Sejarah Enron
Enron didirikan pada tahun 1985, yang
merupakan hasil merger antara perusahaan Houston
Natural Gas dan Internorth,
sebuah perusahaan pipa. Pada saat itu, Enron dipimpin oleh Kenneth Lay sebagai CEO dan hanya
berkecimpung dalam industri pipa gas.
Selama proses
merger, Enron mempunyai hutang yang cukup besar. Ditambah dengan masalah
peraturan pemerintah yang mempersulit industri pipa, Enron mempunyai hutang yang
lebih besar lagi. Untuk mengatasi hutang tersebut, Kenneth Lay berkonsultasi
pada McKinsey&Co. McKinsey pada saat itu menugaskan Jeffrey
Skilling.
Selama masa
penugasan, Skilling memberikan ide yang brilian, yaitu memperlakukan gas
sebagai objek derivatif. Tertarik dengan ide tersebut, Lay memberikan tawaran
pada Skilling untuk masuk ke Enron dan mengepalai sebuah divisi baru,
yaitu Enron Finance Corppada tahun 1990. Jeff Skilling menyanggupi tawaran
tersebut, dengan syarat diperbolehkannya ‘mark to market accounting’ atau
yang sering disebut dengan metode ‘fair value’. Setelah meminta ijin
pada US Securities and Exchange Commission (US SEC), Enron
diperbolehkan untuk menggunakan praktik ‘mark to market accounting’.
Dengan
menjadikan gas sebagai objek jual beli, Enron perlahan-lahan mulai bangkit.
Selama perjalanan ini, Jeff Skilling diangkat sebagai COO Enron dan merekrut
berbagai karyawan-karyawan yang unggul dalamfuture/derivative. Dalam perekrutan
tersebut, Jeff Skilling merekrut Andrew
Fastow.
Seiring
dengan berhasilnya jual beli gas, Enron mulai masuk pada jual beli pada
industri yang berbeda, seperti listrik, batu bara, kertas, air dan bahkan cuaca
dengan mengakuisisi perusahaan-perusahaan besar. Sehingga pada tahun 1998, Enron
mempunyai lebih dari sepuluh objek komoditas yang dapat diperjualbelikan.
Keberhasilan
Enron dalam menjual beli objek komoditas tersebut, mengakibatkan melonjaknya
nilai saham dan ambisi Kenneth Lay dan eksekutif lainnya. Untuk mempertahankan
nilai sahamnya, Jeff Skilling menutupi kerugian-kerugian investasinya dengan
menerapkan prinsip ‘mark to market accounting’ dan dibenarkan oleh KAP Arthur
Anderson. Selain itu, Andrew Fastow juga melakukan manipulasi dengan membuat
berbagai related party dan ratusan EBK.
Pada tanggal
29 November 1999, Enron meluncurkan Enron Online. Enron Online merupakan
terobosan baru dalam melakukan jual beli energi secara online. Dalam 3 bulan
setelah Enron Online diluncurkan, saham Enron naik lebih dari 30%.
Tidak lama
dari peluncuran Enron Online, Enron membeli telekomunikasi DSL (broadband) dan
disimpan. Pada saat itu, para analis bertanya-tanya, mengapa Enron tidak
menjual beli broadbandtersebut, seperti pada komoditi lainnya. Hingga pada
tanggal 19 Juli 2000, Enron mengumumkan kerjasama dengan perusahaan video,
BlockBuster, untuk menawarkan jasa rental video melalui DSL. Diperkirakan, pada
akhir tahun 2000, jasa tersebut sudah siap. Tidak sampai dua hari kemudian,
saham Enron melonjak lebih dari 34%. Perjanjian dengan BlockBuster ternyata
tidak berujung dengan baik, dan akhirnya gagal. Namun, dengan
menggunakan mark to market accounting, Enron mencatat penghasilan sebesar
US$53,000,000.
Pada tanggal
23 Agustus 2000, saham Enron mencapai posisi paling tinggi, yaitu US$90 per lembar
saham. Namun, harga tersebut tidak berlangsung lama. Dampak dari gagalnya
perjanjian dengan BlockBuster mengakibatkan turunnya harga saham Enron. Selain
itu, investasi Enron yang bernilai lebih dari US$1,000,000,000 di India, gagal
dan dinyatakan tutup pada bulan Juni 2001.
Jeff Skilling
yang baru diangkat menjadi CEO pada bulan Februari 2001, mengundurkan diri pada
tanggal 14 Agustus 2001 karena alasan pribadi. Selain itu, Jeff Skilling juga
menjual semua saham Enron yang dimilikinya sebesar kurang lebih US$60,000,000.
Pada saat itu, harga saham Enron sudah turun sampai dengan US$40 per lembarnya.
Setelah Jeff
Skilling mengundurkan diri, Sherron
Watkins yang menjabat
sebagai Vice President di Enron, mengirim surat kepada Kenneth Lay.
Pada surat tersebut, Sherron Watkins menyampaikan pesan bahwa terdapat banyak
unit bisnis (yang terdiri dari partnership dan EBK) dari Enron yang tidak
dicatat di laporan keuangan Enron, walaupun sebenarnya harus dicatat. Unit-unit
bisnis tersebut mempunyai kinerja yang buruk. Sehingga, apabila unit-unit
bisnis tersebut dikonsolidasikan dengan Enron, akan berdampak sangat negatif
pada Enron.
Tidak lama
kemudian, Sherron Watkins dan Kenneth Lay melakukanmeeting. Pada pertemuan
tersebut, Sherron bersikeras bahwa terdapat kebocoran di Enron dan menganggap
kebocoran tersebut dilakukan oleh Jeff Skilling dan Andrew Fastow. Namun,
Kenneth Lay beranggapan bahwa semua unit bisnis yang ada, sudah mendapat
persetujuan dari KAP Arthur
Andersen, Vinson
& Elkins law firmbeserta semua BOD Enron. Kenneth Lay berjanji pada
Sherron untuk melakukan investigasi internal pada unit-unit bisnis.
Keadaan
semakin bersitegang pada saat Sherron Watkins memaksa Kenneth Lay untuk
melakukan revaluasi ulang terhadap laporan keuangannya. Setelah menimbulkan
masalah internal ini di Enron, Sherron Watkins mendapat banyak kritikan karena
terlalu agresif. Andrew Fastow ingin agar Sherron Watkins dipecat dan menyita
komputernya.
Pada
akhirnya, tanggal 12 Oktober 2001, KAP Arthur Anderson menyarankan untuk
melakukan konsolidasi pada beberapa SPE yang dimilikinya. KAP Arthur Anderson mulai
menghancurkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Enron pada tanggal
tersebut. Berdasarkan saran dari KAP Arthur Anderson tersebut, Enron melakukan
konsolidasi pada dua SPEnya, yaitu Raptor dan Condor. Dengan
dikonsolidasikannya SPE tersebut, Enron menjadi rugi dan pada tanggal 16
Oktober 2001, Enron mengumumkan kerugian sebesar US$618,000,000 dan
US$1,010,000,000 non recurring charge. Tidak lama kemudian, 17 Oktober
2001, US SEC mengumumkan pemeriksaan terhadap laporan keuangan Enron.
Atas investigasi
tersebut, ditemukannya berbagai fraud yang timbul akibat kompleksnya
SPE yang dimiliki oleh Enron. Andrew Fastow kemudian ditangkap. Penelitian
lebih lanjut dilakukan oleh US SEC, dan pada tanggal 8 November 2001, Enron
merevisi laporan keuangannya selama lima tahun ke belakang, dan mencatat
kerugian sebesar US$586,000,000.
Sampai pada
tanggal 28 November 2001, saham Enron berada di bawah US$1 untuk per lembar
sahamnya. Sehingga pada tanggal 2 Desember 2001, Enron dinyatakan bangkrut.
Independensi Mental
Independensi
berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh orang
lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi dapat juga diartikan
adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya
pertimbangan yang obyektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan
dan menyatakan pendapatnya.
Carey dalam
Mautz mendefinisikan independensi akuntan publik dari segi integritas dan
hubungannya dengan pendapat akuntan atas laporan keuangan.Independensi
meliputi:
1.
Kepercayaan
terhadap diri sendiri yang terdapat pada beberapa orang profesional. Hal ini
merupakan bagian integritas profesional.
2. Merupakan
istilah penting yang mempunyai arti khusus dalam hubungannya dengan pendapat
akuntan publik atas laporan keuangan. Independensi berarti sikap mental yang
bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh pihak lain, tidak tergantung pada
orang lain. Independensi juga berarti adanya kejujuran dalam diri auditor dalam
mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak
dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya.
Independensi
akuntan publik merupakan dasar utama kepercayaan masyarakat pada profesi
akuntan publik dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk
menilai mutu jasa audit. Independensi akuntan publik mencakup dua aspek,
yaitu:
- Independensi sikap mental, yaitu adanya kejujuran di dalam diri akuntan dalam mempertimbangkan fakta-fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak di dalam diri akuntan dalam menyatakan pendapatnya.
- Independensi penampilan, yaitu adanya kesan masyarakat bahwa akuntan publik bertindak independen sehingga akuntan publik harus menghindari faktor-faktor yang dapat mengakibatkan masyarakat meragukan kebebasannya. Independensi penampilan berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap independensi akuntan publik.
- Independensi praktisi (practitioner independence). Selain independensi sikap mental dan independensi penampilan, Mautz mengemukakan bahwa independensi akuntan publik juga meliputi independensi praktisi (practitioner independence) dan independensi profesi(profession independence). Independensi praktisi berhubungan dengan kemampuan praktisi secara individual untuk mempertahankan sikap yang wajar atau tidak memihak dalam perencanaan program, pelaksanaan pekerjaan verifikasi, dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Independensi ini mencakup tiga dimensi, yaitu independensi penyusunan progran, independensi investigatif, dan independensi pelaporan.
- Independensi profesi berhubungan dengan kesan masyarakat terhadap profesi akuntan.
Tidak dapat
dipungkiri bahwa bahwa klien berusaha agar laporan keuangan yang dibuat oleh
klien mendapatkan opini yang baik oleh auditor. Banyak cara dilakukan agar
auditor tidak menemukan kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan bahkan yang
lebih parah lagi adalah kecurangan-kecurangan yang dilakukan tidak dapat
dideteksi oleh auditor.
Independensi
akuntan publik dapat terpengaruh jika akuntan publik mempunyai kepentingan
keuangan atau mempunyai hubungan usaha dengan klien yang diaudit. Menurut
Lanvin (1976) dalam Supriyono (1988) independensi auditor dipengaruhi oleh
faktor-faktor sebagai berikut :
1. Ikatan
keuangan dan usaha dengan klien
2. Jasa-jasa
lain selain jasa audit yang diberikan klien
3. Lamanya
hubungan kantor akuntan publik dengan klien
Sedangkan
menurut Shockley (1981) dalam Supriyono (1988) independensi akuntan publik
dipengaruhi oleh faktor :
1. Persaingan
antar akuntan publik
2. Pemberian
jasa konsultasi manajemen kepada klien
3. Ukuran
KAP
4. Lamanya
hubungan antara KAP dengan klien
Kesimpulan
Enron adalah contoh dari bisnis yang dibangun berdasarkan
hampir seluruhnya terbuat dari kebohongan yang satu ditutupi dengan kebohongan
yang lain. Sayangnya, banyak pihak yang rela ikut berpartisipasi dalam kasus
besar ini karena mereka tahu bila kebohongan itu sudah terlalu besar dan
melibatkan hampir setiap orang, maka tidak ada pihak lain yang terlihat
"tidak berbohong." Dengan singkat, kisah Enron bisa diartikan sebagai
pertemuan antara keserakahan dari eksekutif perusahaan dan kehausan kekuasaan
dari para politikus.
Satu hal yang harus disadari oleh setiap orang di seluruh dunia ialah
kebijakan untuk mengambil makna dari kasus besar ini. Walaupun skandal Enron
menyeret hampir seluruh jajaran institusi terkemuka Amerika, kita tetap harus
memiliki keyakinan bahwa masih lebih banyak orang Amerika dan
institusi-institusi yang berpijak pada hukum dan norma yang ada. Akuntan adalah
salah satu profesi tertua dan paling konservatif di dunia, para akuntan
memegang teguh kode etika yang diterapkan dan mereka bangga akan kebersihan
dari nama baik akuntan yang sudah ratusan tahun umurnya
http://prima-yulivani28211028.blogspot.com/2013/11/kasus-enron-corporation.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar