Rabu, 02 Mei 2012

Perdagangan Bebas Antara Ancaman dan Kebebasan Laba


Perdagangan bebas adalah tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang berada di negara yang berbeda.

Tentunya setiap Negara memiliki kekurangan dan kelebihannya masing – masing, ada Negara yang memiliki keunggulan dalam menciptakan produknya tetapi minim dalam sumber daya alam. Ada pula Negara yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah tetapi memiliki keterbatasan dalam menciptakan produknya . maka dengan adanya perdagangan bebas itu tentunya akan memperoleh keutungan bagi satu sama lain.

Dalam perdagangan bebas itu, tentu ada dampaknya. Dampak Positifnya, dengan adanya perdagangan bebas yang dilakukan oleh suatu Negara, tentunya Negara tersebut dapat menikmati atau merasakan produk itu tidak hanya dari hasil produk buatan dalam negeri sendiri saja, tapi juga dapat mengkonsumsi produk buatan dari luar negeri dengan mudah karena dengan diadakannya perdagangan bebas, barang impor dapat bebas masuk kedalam negeri. selain itu juga terjalin suatu hubungan internasional yang semakin terbuka antar Negara. Setiap individu juga bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi, inisiatif dan kreatifitas masyarakat dapat pula dikembangkan, terjadi persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu, efisiensi dan efektifitas tinggi karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi. 

Selain dampak positif, tentu ada Dampak Negatifnya, tidak sedikit juga dampak negatif yang ditimbulkan akibat adanya kegiatan perdagangan bebas itu, seperti banyak pula pengangguran, karena kalah bersaing produsen dari luar negeri, kemudian banyak pabrik yg bangkrut karena tidak kuat dengan persainan yang begitu ketat, selain itu larinya investor karena SDM dan ETOS KERJA dalam negeri lemah dan devisa yang habis karena lebih banyak produk impor daripada ekspor. Sedangkan bagi Negara – Negara yang belum berkembang akan menjadi sebuah kerugian karena selalu mengandalkan Negara lain untuk terus mengimpor barang – barang kedalam negeri, yang kemudian membuat Negara yang lemah ini sulit berkembang karena terus “diserang” oleh barang – barang impor. Juga sebaliknya, akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Negara yang telah berkembang untuk terus menjual produknya ini sehingga produknya lebih diminati dan lebih popular di luar negeri. Adanya eksploitasi terhadap masyarakat ekonomi lemah oleh pihak yang kuat ekonominya, menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat, munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi lemah, perekonomian dapat dengan mudah menjadi tidak stabil.


Inspirated from: http://ikesetiani.wordpress.com/2012/05/01/perdagangan-bebas-antara-ancaman-dan-kebebasan-laba/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar